Budidaya Tanaman Kakao

Posted in Uncategorized on April 10, 2008 by sandryas07

Kakao (Theobroma cacao, L) merupakan salah komoditas perkebunan
yang sesuai untuk perkebunan rakyat, karena tanaman ini dapat
berbunga dan
berbuah sepanjang tahun, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan
harian
atau mingguan bagi pekebun.
Tanaman kakao berasal dari daerah hutan hujan tropis di Amerika
Selatan. Di daerah asalnya, kakao merupakan tanaman kecil di bagian
bawah
hutan hujan tropis dan tumbuh terlindung pohon-pohon yang besar.
Oleh karena
itu dalam budidayanya, tanaman kakao memerlukan naungan.
Sebagai daerah tropis, Indonesia yang terletak antara 6 LU – 11 LS
merupakan daerah yang sesuai untuk tanaman kakao. Namun setiap jenis
tanaman mempunyai kesesuian lahan dengan kondisi tanah dan iklim
tertentu,
sehingga tidak semua tempat sesuai untuk tanaman kakao, dan untuk
pengembangan tanaman kakao hendaknya tetap mempertimbangkan
kesesuaian lahannya.
Sebagai tananam yang dalam budidayanya memerlukan naungan, maka
walaupun telah diperoleh lahan yang sesuai, sebelum penanaman kakao
tetap
diperlukan persiapan naungan. Tanpa persiapan naungan yang baik,
pengembangan tanaman kakao akan sulit diharapkan keberhasilannya.
Oleh karena itu persiapan lahan dan naungan, serta penggunaan
tanaman yang bernilai ekonomis sebagai penaung merupakan hal penting
yang
perlu diperhatikan dalam budidaya kakao.
Pengembangan tanaman kakao, budidayanya memerlukan naungan.
Tanpa persiapan lahan dan tanpa persiapan naungan yang baik,
pengembangan tanaman kakao akan sulit diharapkan keberhasilannya.
Tanaman penaung yang biasanya digunakan adalah Moghania
macrophylla sebagai penaung sementara dan, Lamtoro atau Glirisidia
sebagai
penaung tetap, yang tidak memberikan manfaat ekonomis secara
langsung bagi
petani, sehingga kurang menarik bagi petani.
Secara umum, dalam budidaya kakao juga dihadapi masalah harga
komoditi yang tidak menentu, kondisi lahan yang semakin menurun,
serta mutlak
diperlukannya naungan dalam budidayanya. Oleh karema itu, maka pola
diversifikasi tanaman kakao merupakan peluang untuk pengembangan
kakao
dengan pemanfaatan tanaman yang mempunyai nilai ekonomis seperti
pisang
sebagai penaung sementara, dan kelapa sebagai penaung tetap, serta
jati.
sengon, atau tanaman lainnya sebagai tanaman tepi blok kebun.
Untuk dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik, tanaman kakao
menghendaki lahan yang sesuai, yang mempunyai keadaan iklim dan
keadaan
tanah tertentu
Keadaan iklim yang sesuai untuk tanaman kakao, antara lain :
- Curah hujan cukup dan terdistribusi merata, dengan jumah curah
hujan 1500-
2500 mm/th, dengan bulan kering tidak lebih dari 3 bulan.
- Suhu rata-rata antara 15 – 30 C, dengan suhu optimum 25,5 C
- Fluktuasi suhu harian tidak lebih dari 9 C
- Tidak ada angin bertiup kencang
Keadaan tanah yang dikehendaki tanaman kakao antara lain :
- Solum tanah dalam (>150 cm)
- Tekstur dan struktur tanah baik, sehingga tanah mempunyai daya
menahan
air, aerasi, dan drainase yang baik
- pH tanah antara 6 – 7
- Kandungan bahan organik tidak kurang dari 3%
- Kandungan unsur hara cukup tinggi
Dengan peninjauan dan survei langsung di lapangan akan dapat
diperoleh
data primer maupun data sekunder mengenai keadaan iklim dan tanah
untuk
lahan daerah dimaksud.
Berdasarkan data-data keadaan kondisi iklim dan tanah, tingkat
kesesuaian lahan untuk suatu tanaman dapat dievaluasi dan
diklasifikasikan
dalam katagori sesuai (S) atau tidak sesuai (N). Lahan yang sesuai
dapat
dibedakan menjadi S1 (sesuai), S2 (cukup sesuai), dan S3 (kurang
sesuai).
Persiapan lahan dan naungan sebaiknya sudah dilakukan satu tahun
sebelum tanaman kakao ditanam, sehingga pada saat bibit kakao
ditanam,
tanaman penaung di lapangan sudah tumbuh dengan baik dan siap
berfungsi
sebagai penaung kakao.
Untuk tanaman penaung, biasanya digunakan Moghania macrophyla
sebagai tanaman penaung sementara, dan tanaman Gamal (Gliricidia sp)
atau
Lamtoro (Leucaena sp) sebagai tanaman penaung tetap. Di samping itu
dapat
pula digunakan tanaman-tanaman produktif seperti pisang sebagai
penaung
sementara, kelapa sebagai tanaman penaung tetap, ataupun tanaman
lainnya.
Moghania macrophylla
Sebagai tanaman penaung sementara, Moghania macrophylla ditanam
satu tahun sebelum tanam kakao, dengan menggunakan benih sekitar 20-
30
kg/ha, dan ditanam sebagai barisan arah utara-selatan dengan jarak
antar
barisan sesuai dengan jarak tanam kakao (misalnya 3 m). Diharapkan
pada saat
tanam kakao, barisan Moghania sudah mencapai tinggi sekitar 2,5 m
dan sinar
matahari yang masuk lorong tempat tanaman kakao ditanam pada jam
11.00 -
13.00.

Tanaman Moghania macrophylla dapat disiwing sehingga lorong menjadi
lebih longgar. Setiap tahun pada awal musim hujan dapat dipotong
sampai
ketinggian 10 cm dari permukaan tanah. Pada saat tanaman kakao
berumur 4
tahun atau pada saat tajuk kakao sudah saling menutup, tanaman
penaung
sementara Moghania macrophylla ini didongkel seluruhnya.
Gamal (Gliricidia sp) atau Lamtoro (Leucaena sp)
Sebagai tanaman penaung tetap, Gamal (Gliricidia sp) atau Lamtoro
(Leucaena sp) ditanam bersamaan dengan saat tanam naungan sementara,
yaitu satu tahun sebelum tanam kakao. Bahan tanaman Gamal
(Gliricidia sp)
berupa stek panjang 1,5 m dan diameter sekitar 5 cm, sedangkan
Lamtoro
(Leucaena sp) berupa cangkokan dengan panjang sekitar 1 m.
Pada awalnya tanaman penaung tetap ditanam dengan jarak sesuai
dengan jarak tanam kakao (misalnya 3×3 m), dan selanjutnya
populasinya
dikurangi secara sistematis dan bertahap, yaitu pada saat tanaman
kakao
berumur 4 tahun didongkel 25%, dan pada saat kakao berumur 5 tahun
didongkel lagi 25%.
Populasi tanaman penaung tetap Gamal atau Lamtoro tersebut
selanjutnya dipertahankan sekitar 500-600 ph/ha untuk daerah bertipe
curah
hujan C-D, dan sekitar 200-300 ph/ha untuk daerah bertipe curah
hujan A-B.
Berdasar populasi tersebut, selanjutnya pada awal musim hujan
sebanyak 50%
ditokok berselang-seling, dan 50% sisanya ditokok pada awal musim
hujan
berikutnya.
Tanaman-tanaman produktif dan mempunyai nilai ekonomis, yang
mempunyai tajuk lebih tinggi daripada tanaman kakao, mempunyai
kesamaan
persyaratan lahan dengan tanaman kakao, serta tidak bersifat
kontradiktif
dengan tanaman kakao, dapat dimafaatkan untuk tanaman penaung kakao.
Hal yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan tanaman bernilai
ekonomis tersebut adalah pengaturan tata tanam agar persaingan
antara
tanaman kakao dengan tanaman penaung tersebut diusahakan seminimal-
minimalnya, namun tanaman tersebut dapat.memberikan naungan yang
cukup
untuk tanaman kakao
Pisang (Musa paradisiaca)
Tanaman pisang dapat dimanfatkan sebagai tanaman penaung
sementara dalam budidaya kakao. Tanaman pisang dapat ditanam dengan
jarak
tanam 6×3 m, sehingga di dalam lorong tanaman pisang arah utara-
selatan
dapat ditanam 2 baris tanaman kakao dengan jarak tanam 3×3 m.
Sebagai tanaman penaung sementara, tanaman pisang dapat ditanam 6-
12 bulan sebelum tanam kakao. Selanjutnya rumpun pisang dapat diatur
dengan
memelihara 2-3 anakan saja. Tanaman pisang dapat dipelihara sampai
tahun ke
4 atau sesuai dengan keperluan dengan tetap memperhatikan tingkat
penaungannya untuk tanaman kakao. Tata tanam kakao dengan pisang
sebagai
tanaman penaung sementara dapat digambarkan sebagai berikut :

x o o x o o x o o x o o x o o x
o o o o o o o o o o
x o o x o o x o o x o o x o o x
o o o o o o o o o o
x o o x o o x o o x o o x o o x
o o o o o o o o o o
x o o x o o x o o x o o x o o x
o o o o o o o o o o
x o o x o o x o o x o o x o o x
Keterangan
- Jarak tanam kakao 3 x 3 m (1100 ph/ha)
- Jarak tanam kelapa 6 x 3 m (550 ph/ha)
Barisan arah utara-selatan
Kelapa (Cocos nucifera)
Tanaman kelapa dapat digunakan sebagai tanaman penaung tetap untuk
tanaman kakao. Dalam hal ini harus diatur agar persaingan minimal.
Sebaran
akar kakao terbanyak sampai radius 1 m dan sebaran akar kelapa
terbanyak
sampai radius 2 m, oleh karena itu perlu dibuat tatatanam dengan
jarak antara
kakao dan kelapa minimal 3 m. Dengan jarak tanam kelapa 10×10 m dan
jarak
tanam kakao 4×2 m dalam gawangan kelapa utara-selatan, maka dapat
diperoleh pertanaman dengan populasi tanaman yang cukup yaitu
tanaman
kakao 1000 ph/ha dan kelapa 100 ph/ha.
Sebagai penaung tanaman kakao, fungsi penaungan tanaman kelapa
dapat diatur dengan melakukan siwingan (pangkasan) pelepah bila
penaungannya terlalu gelap, terutama pada musim hujan. Demikian pula
pada
tanaman kelapa yang sudah cukup tua dan tinggi, apabila penaungannya
kurang
dapat ditambah tanaman penaung lain misalnya dengan lamtoro yang
ditanam di
diagonal tanaman kelapa.

Tata tanam dalam penggunaan kelapa sebagai penaung kakao dapat
disusun sebagaimana gambar berikut
X o o X o o X o o X o o X
o o o o o o o o
o o o o o o o o
o o o o o o o o
o o o o o o o o
X o o X o o X o o X o o X
o o o o o o o o
o o o o o o o o
o o o o o o o o
o o o o o o o o
o o o o o o o o
X o o X o o X o o X o o X
Keterangan
- Jarak tanam kakao 4×2 m (1000 ph/ha)
- Jarak tanam kelapa 10×10 m (100 ph/ha)
- Jarak kakao-kelapa 3 m
Tanaman kayu-kayuan dan tanaman lainnya
Tanaman kayu-kayuan atau tanaman lain yang mempunyai nilai ekonomis
juga dapat dimanfaatkan sebagai penaung, tanaman sela, ataupun
tanaman tepi
dalam budidaya kakao.
Tanaman Jati (Tectona grandis) dan Sengon (Albisia falcata) dapat
dimanfaatkan sebagai tanaman tepi kebun ataupun tanaman sela pada
pertanaman kakao. Pada pertanaman kakao tersebut tetap dimanfaatkan
penaung Lamtoro atau Gamal, sedangkan Jati dan Sengon ditanam dalam
barisan dua baris (double row) 3 x 2 m dengan jarak antar barisan
jati atau
sengon 24 – 30 m. Dengan tatatanam demikian terbentuk lorong
diantara
tanaman jati atau sengon, yang dapat ditanami tanama kakao 3×3 m
Dalam hal ini jati, sengon atau tanaman kayu-kayuan yang lain dapat
difungsikan sebagai tanaman penaung dan atau tanaman pematah angin.

x x o o . o o + + o o . o o x x o o . o o + +
x x o o . o o + + o o . o o x x o o . o o + +
x x o o . o o + + o o . o o x x o o . o o + +
x x o o . o o + + o o . o o x x o o . o o + +
x x o o . o o + + o o . o o x x o o . o o + +
x x o o . o o + + o o . o o x x o o . o o + +
x x o o . o o + + o o . o o x x o o . o o + +
x x o o . o o + + o o . o o x x o o . o o + +
x x o o . o o + + o o . o o x x o o . o o + +
Keterangan
- Jarak tanam kakao (3 x 3) m
- Jarak tanam Jati (3 x 2) m x 24-30 m
- Jarak tanam Sengon (3 x 2) m x 24-30 m
Pengembangan tanaman kakao hendaknya tetap memperhatikan
kesesuaian lahannya. Sebagai tananam yang dalam budidayanya
memerlukan
naungan, sebelum penanaman kakao perlu persiapan lahan dan naungan
yang
prima. Tanpa persiapan naungan yang baik, pengembangan tanaman kakao
akan sulit diharapkan keberhasilannya.
Untuk tanaman penaung kakao, dapat digunakan tanaman yang
mempunyai nilai ekonomis seperti pisang sebagai penaung sementara,
dan
kelapa sebagai penaung tetap, serta jati. sengon, atau tanaman
lainnya sebagai
tanaman tepi blok kebun. Penggunaan penaung tersebut perlu disusun
dalam
tatatanam yang tepat, sehingga dapat memberikan produksi yang
optimal dan
memberi manfaat konservasi lahan.
Persiapan lahan, penyiapan bibit, dan saat tanam harus dilakukan
dengan
perencanaan yang tepat, sehingga pada saat tanam, bibit kakao siap
tanam, dan
tanaman penaung di lapangan siap berfungsi sebagai penaung.
Selanjutnya
dengan teknik budidaya yang benar akan dapat diperoleh tanaman kakao
dengan pertumbuhan baik dan produksi yang tinggi.

Global Warming

Posted in Uncategorized on April 5, 2008 by sandryas07

DISADARI atau tidak saat ini telah terjadi peningkatan suhu udara dunia sebagai akibat pemanasan global (global warming). Pemanasan global dipicu oleh kegiatan manusia terutama yang berkaitan dengan penggunaan bahan bakar fosil (BBF) dan kegiatan alih-guna lahan. Kegiatan tersebut dapat menghasilkan gas-gas yang makin lama makin banyak jumlahnya di atmosfer. Gas-gas tersebut di antaranya adalah karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrous oksida (N2O). Gas-gas tersebut memiliki sifat seperti kaca yang meneruskan radiasi gelombang pendek atau cahaya matahari, tetapi menyerap dan memantulkan radiasi gelombang panjang atau radiasi balik yang dipancarkan bumi bersifat panas sehingga suhu atmosfer bumi meningkat. Berada di bumi yang diliputi gas-gas tersebut bagaikan di dalam rumah kaca yang selalu lebih panas dibandingkan suhu udara di luarnya. Oleh karena itu, gas-gas tersebut dinamakan gas rumahkaca dan pengaruh yang ditimbulkan dikenal dengan nama efek rumahkaca yang selanjutnya menimbulkan pemanasan global dan perubahan iklim serta rentetan dampak lain di planet bumi.

Gejala alam ini telah diteliti secara aktif mulai dekade 1980-an dan hasilnya sangat mengejutkan para ahli lingkungan karena kengerian akan dampak yang dikhawatirkan muncul kemudian. Sekarang, dampak itu mulai kita rasakan.
Berdasarkan data peningkatan emisi gas rumahkaca di atmosfer, para ahli cuaca internasional memperkirakan bahwa planet bumi bakal mengalami kenaikan suhu rata-rata 3,50C memasuki abad mendatang sebagai efek akumulasi penumpukan gas tersebut. Bencana yang muncul cukup mencemaskan antara lain kenaikan permukaan laut akibat proses pencairan es di kutub, perubahan pola angin, meningkatnya badai atmosferik, bertambahnya populasi dan jenis organisme penyebab penyakit, perubahan pola curah hujan dan siklus hidrologi serta perubahan ekosistem hutan, daratan dan ekosistem lainnya.
Bukti-bukti ilmiah yang dikumpulkan para pakar lingkungan dunia selama bertahun-tahun banyak membantu memperjelas fenomena alam ini, dan hasilnya cukup mengejutkan seperti: di Tibet iklim mulai tidak stabil sejak Juni 1998 di mana terjadi gelombang udara panas, temperatur berkisar 250C selama 23 hari, kejadian ini belum pernah terjadi sebelumnya. Kawasan Siberia, Eropa Timur dan Amerika Utara yang terkenal dengan udara sangat dingin kini mulai menghangat. Di Kairo pada Agustus 1998 tercatat suhu udara menembus angka 410C. Pada Agustus 1998 di Sidney Australia terjadi badai besar disertai hujan dengan curah hujan mencapai tiga kali ukuran normal. Sementara di Indonesia, Meksiko, Spanyol dan negara-negara lain di berbagai belahan dunia telah terjadi musim kering berkepanjangan sebagai akibat badai tropis yang berujung pada terbakarnya hutan jutaan hektar serta presipitasi hujan yang tinggi mengakibatkan bencana banjir dan kegagalan panen.
Simulasi model oleh pakar lingkungan Inggris memperkirakan lebih dari sejuta species akan terancam punah pada 2050, sedangkan species yang masih bertahan tidak akan lagi memiliki habitat yang nyaman, sementara sebagian lainnya harus bermigrasi cukup jauh untuk memperoleh tempat hidup yang sesuai guna mendukung kehidupannya. Simulasi ini diperkirakan cukup akurat mengingat penelitian di California melaporkan bahwa kupu-kupu jenis Edith Checkerspot telah mulai menghilang seiring naiknya suhu udara di kawasan tersebut. Sementara itu populasi penguin jenis Adeline di Antartika berkurang 33% dalam kurun 25 tahun terakhir akibat surutnya permukaan lautan es. Tim peneliti dari Kanada melaporkan bahwa jumlah rusa kutub Peary menurun drastis jumlahnya dari 24.000 pada 1961 menjadi hanya sekitar 1.000 pada 1997 akibat perubahan iklim yang cukup ekstrim.
Pemanasan global ternyata juga mulai memicu munculnya beberapa serangan penyakit yang sebelumnya belum pernah ada pada daerah tertentu. Sebut saja di kawasan pegunungan Andes Kolumbia – Amerika Tengah dengan ketinggian 1.000 – 2.195 meter dari permukaan laut dilaporkan muncul nyamuk penyebab penyakit malaria, demam berdarah dan demam kuning. Pada 1997 di Papua, penyakit malaria terdeteksi untuk pertama kalinya pada pemukiman di ketinggian 2.100 meter dari permukaan laut.
Bencana lain adalah naiknya permukaan air laut di kawasan kepulauan Bermuda Amerika Tengah. Dilaporkan bahwa di kawasan tersebut air laut telah meluap melampaui batas air payau dan memusnahkan ribuan hektar hutan bakau. Di Fiji terjadi penyusutan garis pantai sepanjang 15 cm/tahun selama 90 tahun terakhir ini. Berdasarkan hasil penelitian IPCC (1990) permukaan air laut telah naik sekitar 10-20 cm. Bila angka kenaikan permukaan air laut ini sampai menyentuh kisaran angka 20-50 cm maka habitat di daerah pantai akan mengalami gangguan bahkan musnah. Sedangkan peningkatan sebesar satu meter diprediksi akan mampu menggusur puluhan juta orang akibat terendamnya kota dan desa di kawasan pesisir, lahan pertanian produktif akan hancur terendam dan persediaan air tawar akan tercemar. Bencana terakhir yang terjadi di negara kita adalah gelombang pasang yang memporak-porandakan pemukiman warga di sepanjang pantai selatan pulau Jawa-Bali dan Sumatera. Bencana tersebut walaupun tidak menelan korban jiwa namun tidak sedikit kerugian yang harus diterima oleh masyarakat pesisir.
Dengan menyimak berbagai kenyataan yang telah terjadi di berbagai belahan dunia saat ini, maka perlu dilakukan tindakan menyeluruh secara global disertai komitmen yang kuat untuk menekan meluasnya bencana akibat pemanasan global. Secara sederhana tindakan yang bisa dilakukan adalah pengembangan etika hemat energi dan ramah lingkungan. Budaya penghematan energi terutama yang terkait dengan energi yang dihasilkan dari bahan bakar fosil (BBM) harus benar-benar dilaksanakan dengan penuh kesadaran.
Pelaksanaan World Ocean Conference (WOC) 2009 di Bumi Nyiur Melambai yang telah mendapat dukungan dari berbegai pihak seperti: United Nations Environment Programme (UNEP), UN Habitat dan Global Forum on Oceans, Coasts and Islands serta menghadirkan tokoh-tokoh dunia sebagai keynote speakers seperti Sekjen PBB, mantan wakil presiden AS (Al Gore), Putera mahkota Kerajaan Belanda, mantan Menteri Lingkungan Hidup RI (Emil Salim), Presiden RI, Pangeran Alexander, Perdana Menteri Cina, Perdana Menteri Australia, dan BJ Habibie merupakan suatu momentum yang sangat penting dan sangat berarti, oleh sebab itu momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menyatukan visi dan komitmen pemimpin-pemimpin bangsa serta para ilmuan dan investor dari berbagai belahan dunia bersatu menyelamatkan kehancuran bumi ini dari ancaman pemanasan global.
Di Manado dan Sulawesi Utara pada umumnya 2009 diharapkan akan lahir suatu kesepakatan global yang memuat nilai-nilai luhur sebagai bentuk kepedulian dunia untuk menyelamatkan sumberdaya laut dari ancaman pemanasan global yang berdampak pada perubahan iklim global terhadap laut (Impacts Of Global Climate Change on Ocean) dan menyelamatkan keanekaragaman hayati laut (Marine Mega Biodiversity).
Bumi ini hanya satu marilah kita menjaganya dan tidak mengotorinya apalagi menghancurkannya karena hal itu hanya akan mendatangkan bencana bagi semua penghuninya termasuk anak cucu kita. Mari kita wariskan bumi yang bersih dan sehat bagi generasi mendatang.

Kasih dan Cinta dalam Islam

Posted in Uncategorized on April 3, 2008 by sandryas07

Istilah cinta amat popular dan menjadi satu
ungkapan setia di bibir-bibir remaja yang
menganggapnya satu kalimah suci dan bererti.

Ada yang berbangga memiliki seorang kekasih
yang setia dan mula memasang angan-angan
untuk mendirikan rumah tangga bersama
pasangan pilihan.

Fanomena ini berlanjutan dari bangku sekolah
lagi malah adakalanya membawa kepada
sesuatu di luar jangkauan.

Cinta perlu difahami. Semestinya seorang remaja
perlu memahami kehendak dan definisi yang
tepat. Tanya pada diri, sama ada cinta hanya sekadar
gelojak perasaan serta rasa tertarik antara satu
sama lain cukup untuk menjelaskan maksudnya?

Di dalam artikel bertajuk Hakikat Percintaan
Dalam Islam
, rasa hati yang dinamakan cinta
merupakan satu perasaan yang semulajadi di
alami oleh setiap insan baik muda mahupun tua.

Allah telah menganugerahkan manusia naluri
untuk meneruskan keturunan (salah satunya,
menyukai pasangan berlainan jantina) atau
dikenali dengan gharizah Al-Nau’.

Ini merupakan salah satu naluri manusia dari yang
tiga iaitu gharizah Al-baqa’ (naluri untuk
meneruskan kehidupan dan mempertahankan),
gharizah Al-Tadayyun (naluri untuk menyembah
dan beragama) dan gharizah Al-Nau’.

Jadi adanya perasaan itu sememangnya sudah
fitrah manusia dan perkara ini wajar dan tidak
haram di sisi Islam.

Dalam keadaan ini, manusia perlu memahami
kedudukan cintanya dan ke mana hala tuju
seterusnya.

Malangnya remaja hilang punca dan meletakkan
satu kesimpulan yang mudah tentang hakikat
cinta.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Cinta perlu difahami sebagai satu rasa kasih
sayang yang penuh rasa hormat, tanggungjawab,
kesetiaan, komitmen, keikhlasan, bermaruah dan
ada matlamat.

Jika ciri-ciri ini tidak ada dalam apa yang
dikatakan sebagai cinta, maka hubungan
sedemikian sekadar satu permainan dan kepura-
puraan sahaja.

Konsep cinta dalam Islam meletakkan satu aturan
yang sistematik dan teratur tanpa mengabaikan
hubungan antara manusia dan Allah.

Atas dasar ini, Islam meletakkan cinta pada satu
kedudukan yang bermaruah dan bernilai baik bagi
pihak lelaki dan perempuan.

Ke mana hala tujunya destinasi cinta remaja?
Adakah setakat mengisi usia remaja dan
adakalanya putus di tengah jalan?

Mungkin destinasi cinta remaja yang diingini lebih
kepada konsep ala Barat yang disifatkan penuh
romantis dan indah.

Mulianya cinta berlandaskan Islam kerana cinta
yang dibina bermatlamat. Kerana ingin mendapat
kasih sayang tuhan, manusia sedia berkongsi
rasa cinta dan kasih sayang sesama insan.

Kerana inginkan kasih sayang tuhan jualah,
masing-masing ingin selamat-menyelamatkan
antara satu sama lain dari segi hubungan dan
kehidupan di dunia untuk mengejar sesuatu yang
abadi di akhirat.

Cinta yang dibina bukan cinta kosong tetapi cinta
yang punya pengertian yang luhur dan hanya
dapat dirasakan dengan jiwa yang bersih yang
sentiasa mencari Tuhan.

Pacaran Dalam Pandangan Islam

Posted in Uncategorized on April 3, 2008 by sandryas07

a. Islam Mengakui Rasa Cinta

Islam mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia. Ketika seseorang memiliki rasa cinta, maka hal itu adalah anugerah Yang Kuasa. Termasuk rasa cinta kepada wanita (lawan jenis) dan lain-lainnya.

“Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik .”(QS. Ali Imran :14).

Khusus kepada wanita, Islam menganjurkan untuk mengejwantahkan rasa cinta itu dengan perlakuan yang baik, bijaksana, jujur, ramah dan yang paling penting dari semau itu adalah penuh dengan tanggung-jawab. Sehingga bila seseorang mencintai wanita, maka menjadi kewajibannya untuk memperlakukannya dengan cara yang paling baik.

Rasulullah SAW bersabda,”Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap pasangannya (istrinya). Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku”.

b. Cinta Kepada Lain Jenis Hanya Ada Dalam Wujud Ikatan Formal

Namun dalam konsep Islam, cinta kepada lain jenis itu hanya dibenarkan manakala ikatan di antara mereka berdua sudah jelas. Sebelum adanya ikatan itu, maka pada hakikatnya bukan sebuah cinta, melainkan nafsu syahwat dan ketertarikan sesaat.

Sebab cinta dalam pandangan Islam adalah sebuah tanggung jawab yang tidak mungkin sekedar diucapkan atau digoreskan di atas kertas surat cinta belaka. Atau janji muluk-muluk lewat SMS, chatting dan sejenisnya. Tapi cinta sejati haruslah berbentuk ikrar dan pernyataan tanggung-jawab yang disaksikan oleh orang banyak.

Bahkan lebih ‘keren’nya, ucapan janji itu tidaklah ditujukan kepada pasangan, melainkan kepada ayah kandung wanita itu. Maka seorang laki-laki yang bertanggung-jawab akan berikrar dan melakukan ikatan untuk menjadikan wanita itu sebagai orang yang menjadi pendamping hidupnya, mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya dan menjadi `pelindung` dan ‘pengayomnya`. Bahkan `mengambil alih` kepemimpinannya dari bahu sang ayah ke atas bahunya.

Dengan ikatan itu, jadilah seorang laki-laki itu `the real gentleman`. Karena dia telah menjadi suami dari seorang wnaita. Dan hanya ikatan inilah yang bisa memastikan apakah seorang laki-laki itu betul serorang gentlemen atau sekedar kelas laki-laki iseng tanpa nyali. Beraninya hanya menikmati sensasi seksual, tapi tidak siap menjadi the real man.

Dalam Islam, hanya hubungan suami istri sajalah yang membolehkan terjadinya kontak-kontak yang mengarah kepada birahi. Baik itu sentuhan, pegangan, cium dan juga seks. Sedangkan di luar nikah, Islam tidak pernah membenarkan semua itu. Kecuali memang ada hubungan `mahram` (keharaman untuk menikahi). Akhlaq ini sebenarnya bukan hanya monopoli agama Islam saja, tapi hampir semua agama mengharamkan perzinaan. Apalagi agama Kristen yang dulunya adalah agama Islam juga, namun karena terjadi penyimpangan besar sampai masalah sendi yang paling pokok, akhirnya tidak pernah terdengar kejelasan agama ini mengharamkan zina dan perbuatan yang menyerampet kesana.

Sedangkan pemandangan yang lihat dimana ada orang Islam yang melakukan praktek pacaran dengan pegang-pegangan, ini menunjukkan bahwa umumnya manusia memang telah terlalu jauh dari agama. Karena praktek itu bukan hanya terjadi pada masyarakat Islam yang nota bene masih sangat kental dengan keaslian agamanya, tapi masyakat dunia ini memang benar-benar telah dilanda degradasi agama.

Barat yang mayoritas nasrani justru merupakan sumber dari hedonisme dan permisifisme ini. Sehingga kalau pemandangan buruk itu terjadi juga pada sebagian pemuda-pemudi Islam, tentu kita tidak melihat dari satu sudut pandang saja. Tapi lihatlah bahwa kemerosotan moral ini juga terjadi pada agama lain, bahkan justru lebih parah.

c. Pacaran Bukan Cinta
Melihat kecenderungan aktifitas pasangan muda yang berpacaran, sesungguhnya sangat sulit untuk mengatakan bahwa pacaran itu adalah media untuk saling mencinta satu sama lain. Sebab sebuah cinta sejati tidak berentu sebuah perkenalan singkat, misalnya dengan bertemu di suatu kesempatan tertentu lalu saling bertelepon, tukar menukar SMS, chatting dan diteruskan dengan janji bertemua langsung.

Semua bentuk aktifitas itu sebenarnya bukanlah aktifitas cinta, sebab yang terjadi adalah kencan dan bersenang-senang. Sama sekali tidak ada ikatan formal yang resmi dan diakui. Juga tidak ada ikatan tanggung-jawab antara mereka. Bahkan tidak ada ketentuan tentang kesetiaan dan seterusnya.

Padahal cinta itu memiliki, tanggung-jawab, ikatan syah dan sebuah harga kesetiaan. Dalam format pacaran, semua instrumen itu tidak terdapat, sehingga jelas sekali bahwa pacaran itu sangat berbeda dengan cinta.

d. Pacaran Bukanlah Penjajakan / Perkenalan
Bahkan kalau pun pacaran itu dianggap sebagai sarana untuk saling melakukan penjajakan, perkenalan atau mencari titik temu antara kedua calon suami istri, bukanlah anggapan yang benar. Sebab penjajagan itu tidak adil dan kurang memberikan gambaran sesungguhnya dari data yang diperlukan dalam sebuah persiapan pernikahan.

Dalam format mencari pasangan hidup, Islam telah memberikan panduan yang jelas tentang apa saja yang perlu diperhitungkan. Misalnya sabda Rasulullah SAW tentang 4 kriteria yang terkenal itu.

Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW berdabda,”Wanita itu dinikahi karena 4 hal : [1] hartanya, [2] keturunannya, [3] kecantikannya dan [4] agamanya. Maka perhatikanlah agamanya kamu akan selamat. (HR. Bukhari Kitabun Nikah Bab Al-Akfa’ fiddin nomor 4700, Muslim Kitabur-Radha’ Bab Istihbabu Nikah zatid-diin nomor 2661)

Selain keempat kriteria itu, Islam membenarkan bila ketika seorang memilih pasangan hidup untuk mengetahui hal-hal yang tersembunyi yang tidak mungkin diceritakan langsung oleh yang bersangkutan. Maka dalam masalah ini, peran orang tua atau pihak keluarga menjadi sangat penting.

Inilah proses yang dikenal dalam Islam sebaga ta’aruf. Jauh lebih bermanfaat dan objektif ketimbang kencan berduaan. Sebab kecenderungan pasangan yang sedang kencan adalah menampilkan sisi-sisi terbaiknya saja. Terbukti dengan mereka mengenakan pakaian yang terbaik, bermake-up, berparfum dan mencari tempat-tempat yang indah dalam kencan. Padahal nantinya dalam berumah tangga tidak lagi demikian kondisinya.

Istri tidak selalu dalam kondisi bermake-up, tidak setiap saat berbusana terbaik dan juga lebih sering bertemua dengan suaminya dalam keadaan tanpa parfum. Bahkan rumah yang mereka tempati itu bukanlah tempat-tempat indah mereka dulu kunjungi sebelumnya. Setelah menikah mereka akan menjalani hari-hari biasa yang kondisinya jauh dari suasana romantis saat pacaran.

Maka kesan indah saat pacaran itu tidak akan ada terus menerus di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan demikian, pacaran bukanlah sebuah penjajakan yang jujur, sebaliknya sebuah penyesatan dan pengelabuhan.

Dan tidak heran kita dapati pasangan yang cukup lama berpacaran, namun segera mengurus perceraian belum lama setelah pernikahan terjadi. Padahal mereka pacaran bertahun-tahun dan membina rumah tangga dalam hitungan hari. Pacaran bukanlah perkenalan melainkan ajang kencan saja.

Tips ngemil yang sehat

Posted in Uncategorized on April 3, 2008 by sandryas07
Ngemil merupakan salah satu cara mendapatkan kepuasan dari himpitan tekanan hidup. Padahal, semakin sering ngemil, seseorang makin sering dikejar rasa bersalah karena dihantui kegemukan dan berpola hidup tak sehat.
Tak perlu cemas, ada cara ngemil sehat yang bisa Anda coba berikut ini:

1. Ngemil biasanya datang karena stres.

Ya, makan hanyalah pelarian dari kondisi tersebut. Oleh karenanya, temukan penyebab stres Anda hingga tak mencoba mencari penghiburan lewat makanan yang tak menyehatkan. Khusus untuk ibu hamil yang biasanya memiliki mood tak menentu, sediakan camilan sehat terdiri dari buah-buahan atau sayuran.

2. Sebaiknya stok lemari makan atau kulkas Anda dengan makanan sehat mengenyangkan.

Seperti popcorn, roti kering, nasi goreng, jus buah tanpa pemanis, buah dan sayur segar, yogurt rendah lemak, keju rendah sodium dan lemak. Gunakan juga garam substitusi jika Anda membutuhkan.

3. Untuk waktu senggang Anda, sediakan jus anggur atau pir.

4. Pilihlah makanan ringan yang sarat serat, misalnya apel dengan kulitnya.

5. Hindari camilan kaya lemak rendah gizi seperti es krim, keripik kentang dan lainnya.

6. Jangan terlambat makan siang.

Pasalnya, makan siang yang terlambat, akan membuat Anda merasa lapar kembali tiga jam setelah makan. Kalau tidak ngemil, kecenderungan makan dalam porsi yang lebih banyak pada makan malam.

7. Ngemil dilakukan orang saat mood sedang buruk atau stres.

Terkadang, saat keinginan ngemil muncul, kita tidak tahu apa yang sebetulnya kita rasakan. Berikut jenis camilan sehat sesuai mood.
1. Saat bosan: pilih popcorn, wortel, roti batang, asinan, atau nasi goreng sebagai cemilan.
2. Saat kesepian: pilih es krim rendah lemak, yogurt tanpa lemak, pisang atau mangga, sup ayam, keju rendah lemak dengan buah, susu rendah lemak dan kue atau biskuit.
3. Saat Anda merasa betul-betul lapar: sebaiknya konsum keju rendah lemak plus buah, yogurt dan buah, sereal dan susu, roti dengan selai apel, pisang dan segelas susu rendah kalori, atau secangkir sup panas dengan sayur dan biskuit.
4. Jika Anda haus: puaskan dengan minum air putih, jus buah, perasan jeruk, semangka, anggur, atau buah kesukaan lainnya.

Tips menjadi wanita sehat

Posted in Uncategorized on March 31, 2008 by sandryas07

TAK hanya tubuh bagian atas saja yang harus dijaga dan diperhatikan bentuknya. Tapi kini tungkai dan kaki telah menjadi bagian tubuh lain yang harus diperhatikan. Karena alasan tersebut, maka tak heran bila kini ada julukan pemilik betis indah yang diraih oleh Tina Turner atau Whitney Housten.

Nah, menurut Dr Michael Triangto SpKO, untuk mendapatkan bentuk tungkai dan kaki yang indah dan sehat, ada beberapa langkah yang dapat ditempuh. Yaitu dengan berolahraga yang tepat berdasarkan pada bagian tujuan masing-masing individu.

Sebelum memutuskan untuk melatih tungkai dan kaki Anda, menurut dokter yang praktek di Rumah Sakit Mitra Kemayoran dan Mal Taman Anggrek itu sebaiknya tentukan tujuan terlebih dahulu. Yaitu apakah hendak membuat tungkai lebih berotot atau dibuat menjadi kecil. Dengan demikian, arahan dalam proses latihan yang akan ditempuh lebih jelas.

“Kalau hanya untuk membuat tungkai lebih kecil, maka harus melakukan latihan-latihan yang bersifat aerobik untuk meningkatkan pembakaran dari wilayah-wilayah yang terlihat menggelembung. Adapun jenis latihan yang dapat ditempuh terdiri dari jalan sehat, jogging, flaming (lari) dan bersepeda atau renang,” kata Direktur Slim & Health Sports Theraphy itu ketika dihubungi okezone melalui telepon genggamnya beberapa waktu lalu.

Menurut almamater Atma Jaya yang meneruskan studi spesialisasi kedokteran olahraga di Universitas Indonesia itu, seluruh intensitas yang dilakukan harus dengan rajin.

“Artinya, 50-70 persen dari denyut maksimal atau denyut nadi maksimal 100 persen adalah 220-usia dalam tahun. Kalau ingin melatih tungkai agar kecil, maka 50X200X140 per menit denyut jantung maksimal. Denyut jantung dapat diperiksa dengan alat denyut nadi jantung atau melakukan dengan meraba denyut pembuluh darah di pergelangan tangan atau leher,” ungkap dokter yang telah menulis buku mengenai “Jalan Sehat dengan Sports Therapy” serta “Langsing dan Sehat Dengan Sports Therapy” itu.

Masih menurut Michael, selain latihan aerobik ada hal lain yang dilakukan yaitu dengan latihan anaerobik untuk otot-otot di daerah tertentu. Yaitu dengan cara melakukan latihan menggunakan beban. Latihan anaerobik menggunakan beban berat, tapi ukurannya bukan berdasarkan pada gram, hanya waktunya pendek sehingga repetisi tidak banyak.

Menurutnya lagi, kalau tungkai dan kaki sudah kecil tapi ingin lebih berotot, maka dapat melakukan latihan dengan intensitas sedang. Sehingga denyut nadi atau jantung tidak 50-70 persen, tapi dapat dipakai 70-90 persen. Karena itu, boleh menggunakan beban.

Terdiri dari latihan side kick straight leg, yaitu dengan cara mengenakan ankle weight (pemberat pergelangan kaki dengan berat 0,5-1 kg) pada kedua pergelangan kaki. Berbaringlah dengan posisi tubuh menyamping pada matras dengan sisi tubuh sebelah kanan menopang tubuh sebelah kiri. Pertemukan kedua lutut, sementara tungkai kiri dalam posisi lurus.

Kemudian, sambung bapak dua orang putra ini, gerakan lain yang harus dilakukan ialah sandarkan kepala pada tangan kanan sedangkan lengan bawah dibiarkan lurus. Letakkan tangan kiri di depan dada untuk menjaga keseimbangan dan pandangan lurus ke depan. Angkat kaki kiri secara perlahan-lahan ke atas hingga sejajar dengan bahu. Pada saat yang sama, kontraksikan otot-otot perut sedangkan pinggul tetap menghadap ke depan dan telapak kaki datar. Tahan dalam satu hitungan, turunkan pelan, setelah itu lakukan latihan yang sama untuk tungkai yang lainnya.

Sedangkan untuk membentuk paha dalam, terdapat latihan yang harus ditempuh. “Paha bagian dalam terdiri atas beberapa otot yaitu otot-otot adductor yang sangat penting dalam membentuk paha yang mulus dan berperan besar pada saat berjalan,” papar pria berusia 49 tahun yang telah kenyang asam garam dalam masalah-masalah olahraga itu.

Salah satu latihan yang dapat ditempuh ialah inner tight with ball. Adapun cara yang dilakukan dengan duduk di atas bench yang nyaman, sedangkan tubuh tegap, kedua kaki dibuka selebar bahu. Letakkan bola karet pada kedua ujung lutut, pada saat yang sama kontraksikan otot-otot perut dan pandangan lurus ke depan. Jepit otot tersebut kuat-kuat dengan menggunakan otot paha dalam dan lakukan sebanyak dua hitungan kemudian kembali perlahan ke posisi awal.

Sementara itu, untuk melatih tungkai, maka dapat dilakukan dengan berdiri relaks, lipat sendi lutut kanan ke arah depan, tarik lutut tersebut mendekati dada. Tahan selama delapan hitungan kemudian turunkan, lanjutkan dengan cara yang sama untuk tungkai kiri.

“Berdirilah relaks, angkat kaki kiri dengan melipat sendi lutut ke arah belakang sehingga terasa peregangan otot di daerah otot paha depan. Tahan posisi tersebut selama delapan hitungan lakukan untuk tungkai kanan,” kata staf pengajar program studi Ilmu Kedokteran Olahraga FKUI ini.

Berdiri dengan relaks, tungkai kanan dijulurkan ke arah depan, telapak kaki akan mengarah ke atas terhadap lantai. Rasakan tarikan pada otot-otot paha belakang, tahan posisi selama delapan hitungan kemudian relaks dan kembali ke posisi semula. Lakukan gerakan yang sama untuk kaki kiri.

“Berdiri relaks, letakkan kaki kanan di depan tubuh kemudian perlahan-lahan lipat lutut dan rendahkan tubuh ke arah depan, pertahankan posisi tersebut selama delapan hitungan. Lakukan hal yang sama untuk sisi sebelah kiri,” pungkasnya.

Madah Cinta Tentang Cinta (Love)

Posted in Uncategorized on March 31, 2008 by sandryas07

Sesungguhnya percintaan itu amat mudah, namun pengertian cinta itu amat dalam maknanya.
Cinta tidak pernah meminta, ia senantiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan, manakala kebencian membawa kepada kemusnahan. (Mahatma Ghandi)
Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar, dan dua mata untuk melihat. Tetapi kenapa Tuhan hanya menganugerahkakn sekeping hati kepada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping hati lagi kepada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.
Melihat kebahagiaan orang yang dicintai adalah satu kebahagiaan buat diri kita juga walaupun hanya mampu dipandang dari jauh.
Terputus cinta memang menyedihkan. Harus diingat bahwa perpisahan itu ditentukan oleh jarak dan masa. Kalau bersedih karena cinta terhalang dan tidak kesampaian, anggaplah kesedihan itu seperti hujan, walau lebat atau lama sekali pun pasti akan reda juga.
Ada 2 tetes air mata mengalir di sebuah sungai. Satu tetes air mata itu menyapa air mata yang satunya lagi, saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?. Jawab air mata kedua itu, saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu saja.
Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata : aku turut bahagia untukmu.
Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada di sisi kita..
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali kamu mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu ingin berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu mencoba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu akan berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal di hatimu dalam jarak dan waktu yang cukup lama.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia, lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan di benakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana cara berterima kasih atas karunia itu.
Jangan melarikan diri dari cinta apabila dia berada di hadapan kamu. Jangan melarikan diri daripadanya karena suatu hari nanti, kamu psti akan teringatkannya kembali dan menyesali perbuatan kamu itu.
Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahhkan semangat, tetapi membangkitkan semangat. (Hamka)
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
Seandainya kamu ingin mencintai atau memiliki hati seorang gadis, ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadangkala kamu mencium harum mawar tersebut tetapi kadangkala kamu terasa bisa duri mawar itu menusuk jari.
Hal yang menyedihkan di dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.
Kamu tau bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping. Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.
Kaum lelaki sering mempersoalkan kelemahan wanita karena sering mengalirkan air mata. Tetapi segagah-gagah dan perwiranya lelaki, sadarlah bahwa suatu hari nanti mereka juga akan mengalirkan air mata syahdu karena satu perkara kecil yaitu karena CINTA. Alangkah misterinya cinta seorang wanita yang dianggap lemah sehingga boleh mengalirkan air mata seorang wira! Aneh, tetapi itulah hakikatnya.
Tuhan ciptakan 100 bagian kasih sayang. 99 disimpan di sisiNya dan hanya 1 bagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya karena takut anaknya terpijak.
Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehingga kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.
Terputus cinta memang menyedihkan. Harus diingat bahwa perpisahan itu ditentukan oleh jarak dan masa. Kalau bersedih karena cinta terhalang dan tidak kesampaian, anggaplah kesedihan itu seperti hujan walau lebat atau lama sekali pun pasti akan reda juga.
Jangan karena cinta, kita gugur dari perjuangan, dan jangan karena cinta juga, prinsip kita menjadi larut dan cair.
Cinta tidak semestinya akan berakhir dengan perkawinan dan perkawinan juga tidak semestinya akan menoktahkan titik akhir kepada percintaan.
Kesetiaan akan mengikat cinta, kecurangan akan melenyapkan segala kemanisan cinta. Sebuah pernikahan akan menjadi indah jika cinta terus bersama.
Cinta sejati ialah kasih Tuhan kepada hambaNya. Kasih murni ialah kasih ibu bapak kepada anaknya. Kasih saudara masa berada. Kasih sahabat masa binasa. Kasih suami isteri sepenangguangan. Kasih orang menaruh harapan.
Jangan mencintai seseorang seperti bunga, karena bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, karena sungai mengalir selamanya.
Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya. Kisah silam tidak perlu diungkit lagi kiranya kamu benar mencintainya setulus hati.
Rasa percintaan lebih pahit dari empedu. Teman percintaan ialah sayu dan pilu, namun demikian, dara dan teruna tetap berpusu-pusu terjerumus ke dalamnya karena dianggap seperti lautan madu.
Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu.
Terdapat babnyak bintang di langit, tetapi hanya satu saja yang begitu terang sehingga dapat menarik perhatianmu. Dari kalangan yang kamu pilih untuk abaikan ialah sebutir bintang yang sangguip menyinari anda walau dimana saja kamu berada.
Tak usah sebut pasal cinta jika kamu tidak sebenar-benarnya mengambil kisah. Tak usah bercakap tentang perasaan, jika ia tidak berada di hatimu. Tak usahlah menunjuk ke dada, jika kamu berhasrat melukakan hati pasanganmu.

about cocoa

Posted in Uncategorized on March 24, 2008 by sandryas07

History

Cocoa is the dried and partially fermented fatty seed of the cacao tree from which chocolate is made. “Cocoa” can often also refer to the drink commonly known as hot chocolate, cocoa powder, the dry powder made by grinding cocoa seeds and removing the cocoa butter from the dark, bitter cocoa solids; or it may refer to the combination of both cocoa powder and cocoa butter together.

A cacao pod has a rough leathery rind about 3 cm thick (this varies with the origin and variety of pod). It is filled with sweet, mucilaginous pulp called ‘baba de cacao’ in South America, enclosing 30 to 50 large almond like seeds (beans) that are fairly soft and pinkish or purplish in color.

Cocoa beans in a cacao pod

Cocoa beans before roasting

The cacao tree may have originated in the foothills of the Andes in the Amazon and Orinoco basins of South America where today, examples of wild cacao still can be found. However, it may have had a larger range in the past, evidence for which may be obscured because of its cultivation in these areas long before, as well as after, the Spanish arrived. It may have been introduced into Central America by the ancient Mayas, and cultivated in Mexico by the Olmecs, then by the Toltecs and later by the Aztecs. It was a common currency throughout Mesoamerica and the Caribbean before the Spanish conquest.

Cacao trees will grow in a limited geographical zone, of approximately 20 degrees to the north and south of the Equator. Nearly 70% of the world crop is grown in West Africa.

Cocoa was an important commodity in Pre-Columbian Mesoamerica. Spanish chroniclers of the conquest of Mexico by Hernán Cortés relate that when Montezuma II, emperor of the Aztecs, dined he took no other beverage than chocolate, served in a golden goblet and eaten with a golden spoon. Flavored with vanilla and spices, his chocolate was whipped into a froth that dissolved in the mouth. No fewer than 50 pitchers of it were prepared for the emperor each day, and 2000 more for nobles of his court.

Chocolate was introduced to Europe by the Spaniards and became a popular beverage by the mid 1600s.[4] They also introduced the cacao tree into the West Indies and the Philippines.

The cacao plant was first given its botanical name by Swedish natural scientist Carolus Linnaeus in his original classification of the plant kingdom, who called it Theobroma (“food of the gods”) cacao.

Harvesting

Cocoa pods in various stages of ripening

Cocoa pods in various stages of ripening

When the pods ripen, they are harvested from the trunks and branches of the Cocoa tree with a curved knife on a long pole. The pod itself is green when ready to harvest, rather than red or orange. Normally, red or orange pods are considered of a lesser quality because their flavors and aromas are poorer; these are used for industrial chocolate. The pods are either opened on the field and the seeds extracted and carried to the fermentation area on the plantation, or the whole pods are taken to the fermentation area.

Processing

The harvested pods are opened with a machete, the pulp and cocoa seeds are removed and the rind is discarded. The pulp and seeds are then piled in heaps, placed in bins, or laid out on grates for several days. During this time, the seeds and pulp undergo “sweating”, where the thick pulp liquefies as it ferments. The fermented pulp trickles away, leaving cocoa seeds behind to be collected. Sweating is important for the quality of the beans, which originally have a strong bitter taste. If sweating is interrupted, the resulting cocoa may be ruined; if underdone the cocoa seed maintains a flavor similar to raw potatoes and becomes susceptible to mildew.

The liquefied pulp is used by some cocoa producing countries to distill alcoholic spirits.

The fermented beans are dried by spreading them out over a large surface and constantly raking them. In large plantations, this is done on huge trays under the sun or by using artificial heat. Small plantations may dry their harvest on little trays or on cowhides. Finally, the beans are trodden and shuffled about (often using bare human feet) and sometimes, during this process, red clay mixed with water is sprinkled over the beans to obtain a finer color, polish, and protection against molds during shipment to factories in the United States, the Netherlands, United Kingdom, and other countries. Drying in the sun is preferable to drying by artificial means, as no extraneous flavors such as smoke or oil are introduced which might otherwise taint the flavor.

 Chocolate production

Chocolate

Chocolate

To make 1 kg (2.2 pounds) of chocolate, about 300 to 600 beans are processed, depending on the desired cocoa content. In a factory, the beans are washed and roasted. Next they are cracked and then de-hulled by a “winnower”. The resulting pieces of beans are called nibs, and are ground using various methods into a thick creamy paste, known as chocolate liquor or cocoa paste. This “liquor” is then further processed into chocolate by mixing in (more) cocoa butter and sugar (and sometimes lecithin as an emulsifier and vanilla), and then refining, conching and tempering. Or it can be separated into cocoa powder and cocoa butter using a hydraulic press or the Broma process. This process produces around 50% cocoa butter and 50% cocoa powder. Standard cocoa powder has a fat content of approximately 10-12 percent. Cocoa butter is used in chocolate bar manufacture, other confectionery, soaps, and cosmetics.

Adding an alkali produces Dutch process cocoa powder, which is less acidic, darker and more mellow in flavor than what is generally available in most of the world. Regular (nonalkalized) cocoa is acidic, so when added to an alkaline ingredient like baking soda, the two react and leave a byproduct.

Health benefits of cocoa consumption

Chocolate and cocoa contain a high level of flavonoids, specifically epicatechin, which may have beneficial cardiovascular effects on health.[5][6][7] The ingestion of flavonol-rich cocoa is associated with acute elevation of circulating nitric oxide, enhanced flow-mediated vasodilation, and augmented microcirculation.

Prolonged intake of flavonol-rich cocoa has been linked to cardiovascular health benefits,[9][10][11] though it should be noted that this refers to plain cocoa and dark chocolate. Milk chocolate’s addition of whole milk reduces the overall cocoa content per ounce while increasing saturated fat levels, possibly negating some of cocoa’s heart-healthy potential benefits. Nevertheless, studies have still found short term benefits in LDL cholesterol levels from dark chocolate consumption.[12]

Hollenberg and colleagues of Harvard Medical School studied the effects of cocoa and flavanols on Panama’s Kuna Indian population, who are heavy consumers of cocoa. The researchers found that the Kuna Indians living on the islands had significantly lower rates of heart disease and cancer compared to those on the mainland who do not drink cocoa as on the islands. It is believed that the improved blood flow after consumption of flavanol-rich cocoa may help to achieve health benefits in hearts and other organs. In particular, the benefits may extend to the brain and have important implications for learning and memory.

Foods rich in cocoa appear to reduce blood pressure but drinking green and black tea may not, according to an analysis of previously published research in the April 9, 2007 issue of Archives of Internal Medicine, one of the JAMA/Archives journals.

Non-human animal consumptionChocolate is a food product with appeal not only to the human population, but to many different animals as well. However, chocolate and cocoa contain a high level of xanthines, specifically theobromine and to a much lesser extent caffeine, that are detrimental to the health of many animals, including dogs and cats. While these compounds have desirable effects in humans, they cannot be efficiently metabolized in many animals and can lead to cardiac and nervous system problems, and if consumed in high quantities, even lead to death. However, since the mid-2000s, some cocoa derivatives with a low concentration of xanthines, have been designed by specialized industry to be suitable for pet consumption, enabling the pet food industry to offer animal safe chocolate and cocoa flavored products.[16][17] It results in products with a high concentration of fiber and proteins, while maintaining low concentrations of sugar and other carbohydrates; thus enabling it to be used to create healthy functional cocoa pet products.

Problems in the use of cocoa as a commodity

  • Cocoa farmers in many countries lack information on production and marketing practices to help them improve their livelihoods. Charities such as the World Cocoa Foundation helps to support sustainable cocoa efforts through public-private partnerships such as IITA’s sustainable tree crops program (STCP) in cocoa growing regions.
  • Child slavery has commonly been used in its production to cover the lower profit margin. According to the U.S. Department of State, more than 109,000 children were working on cocoa farms in Côte d’Ivoire (Ivory Coast) in ‘the worst forms of child labor’ in 2002. See Cocoa Protocol for an effort to end this practice. The Cocoa Protocol has been criticized by a number of groups including the International Labor Rights Fund since it is an industry initiative which has failed to meet its goals of phasing out child labor in the industry. See Economics of cocoa.
  • Natural pollination is exclusively by midges, which may be affected by pesticides. Pollination is also carried out manually.
  • Many cocoa farmers receive a low price for their production. This has led to cocoa and chocolate being available as fairtrade items in some countries. However, this fair trade remains as a tiny percentage of the total trade.

cocoa is the food for the God

Posted in Uncategorized on March 13, 2008 by sandryas07

cocoa is originated from south Africa’s Amazon Basin. In 2000 years ago, many cocoa is the food for special ceremony and they believe that cocoa is the food for the God. a long time before the Eropean Spaniard produce the cocoa tree, the Astex and Mayan’s from Indian have cultivated cocoa. they consume the cocoa with drink a crhused of cocoa bean and mixed it with water and flavoring, such as vanilla, chili pepper, and other spices. Its become a special beverage. Besides for the several beverage, it use to currency. Until the Eropean spaniards found cocoa, and use the cocoa bean for driking too. It was drinked to the luxury royalti and the upper class.

Hello world!

Posted in Uncategorized on March 13, 2008 by sandryas07

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!